Kamis, 14 November 2019


    "MENGENAL  RITU NYEPUT  SASAK"

Assalamualaikumwarohmatullahiwabbarokaruh
Apakabar kalianteman-temansemua?
Salam budaya
Pada tulisan saya kali ini, saya akan menceritakan kembali tentang perjalanan saya saat mencari informasi mengenai naskah-naskahkuno yang ada di Lombok (sukusasak). Tulisaninimerupakanlanjutandariperjalanansaya yang kemarinmencaritahusiapasaja yang masihmenyimpannaskah-naskahkunosukusasakterdahulu. Sayatertarikdengannaskah-naskahkuno yang dimilikiolehsukusasak, walaupunsayaberasaldariBimadanterlahirsebagaisukumbojotapisayasangatantusiasmempelajaridanmemahaminaskah-naskahkuno yang beradadidaerah Lombok khususnyasukusasak.
            Minggu  11 November 2019, sayamengunjungikediamanLaluPutrajab Ibrahim yang biasadipanggil “Mamiq Ning” yang berada di kecamatansakra Lombok timuruntukterusmenggaliinformasitentangnaskahkunotersebut. sesampainya di kediamanbeliausayadisambutdenganramahsepertibiasanyaolehtemanbaiksaya, sebelummenemuibeliausepertibiasasebagaitamu,kebiasaan orang sasak kata temansayaapabilaberkunjungkerumahsaudara, teman,maupunkeluargaselaludisuguhkandengansecangkir kopihitamasli Lombok yang sangatnikmatsekalirasanya. Setelahbeberapa lama berbincangdengantemansayasambilmenikmati kopi hitambuatannya, setelahmenikmatibeberapaseduh kopi kemudiantemansayamengajaksayauntukmenemuininiqnya (kakeknya). Saatbertemudenganbeliausepertibiasanyaselaludisambutdenganramahdanbeliau pun mempersilahkansayauntukmasukkerumahnya.
            SaatbersamadenganMamiq Ning, sayamenceritakanbahwasaya orang bima yang tertarikdaninginmempelejarinaskahkunosasak. Mendengarhalitubeliausangatsenangkarenaada orang diluardaerah Lombok yang maumempelajarinaskahkunosasak.sayamenanyakantentangistilah “Nyeput” yang bagisaya orang bimasukumbojoistilahinimasihasingsayadengar.padabeliau,karenasayamerasapenasaranakanhalitu. Mendengarperkataansayatersebut, Mamiq Ning kemudianberkata“ kalaukamuinginmempelajarimemegang, membuka, danmembacateksiniharusmelakukan ritual terlebihdahulu.
Sebelummengeluarkannaskahtersebut,Mamiq Ning mempersiapkanberbagaibahankeperluanuntukmelakukan ritual supayanaskahtersebutbisadikeluarkan, dipelajari, dipegang, dibuka, dandibaca. ritual itudilakukandenganmempersiapkanberaspati, berasmerah, benangputihserta air putihdansyarat lain yang dibutuhkan, kemudiandiletakkandalamwajandijadikansatubahan yang padatdanbahancairseperti air dipisahtempatnyasertamencarihari yang cocokuntukmelakukan ritual ini,ujarbeliau.

Salah satuRitual MengeluarkanNaskahKuno
Setelahmelakukan ritual tersebutMamiq Ning kemudianmengeluarkannaskah yang dimilikinyakemudianbeliaumembacakanisinaskahtersebut. saatMamiq Ning membacanaskahtersebut,sayamendengarkannyasecaraseksamaapa yang dibacakanmamiqningtersebut, walaupunsayabelummengertiisibacaanmamiqning yang kebetulandibacakandalambahasasasak.
SetelahmembacanaskahtersebutMamiq Ning kemudianmemberitahukanbahwacaraatautradisinyeputitudilakukandenganmengambilsalahsatudarisekianbanyakbagian yang ditulispadadaun“Lontar” denganmenggunakan “Swale”darinaskahtersebut. kemudianberdasarkansatubagian (satulembar) naskah yang kitapilihbiasanyalangsungdiketahuibagaimanajalanhidupkitakedepannyadengan kata lain kitadiramalmelaluisatulembarnaskah yang kitapilihtentangbagaimanajalankehidupankitakedepannya. Sayasendiritidakberanimelakukan “nyeput” tersebutkarenasayatakutterjadiapa-apakalausalahmelakukantradisi “nyeputtersebut.
Proses Nyeput

                MungkinCumainisajaduluceritaperjalanansayamempelajarinaskahkuno yang adadidaerah Lombok yaitusukusasak, sertapelaksanaan ritual “ nyeput” sebelummemegangdanmembacakanisinaskahkuno. Smogabermanfaatbagipengetahuanteman-teman yang ingintahuseluk-beluknaskah-naskahkunoterutamanaskahkunosasak.




Kamis, 24 Oktober 2019

Naskah indarun " membuka cakrawala tradisi yang hampir punah"

Nama: arif budiman
Nim  : E1C117004

Naskah-naskah kuno pada dasarnya merupakan kebudayaan lama yang perlu dikaji dan dilestarikan, terutama yang masih memiliki relevansi dengan perkembangan zaman. Dapat memberikan kekuatan daya tangkal terhadap pengaruh budaya luar yang negatif. Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam naskah kuno penting diketahui sehingga lebih memperkaya wawasan budaya kita, yang selanjutnya dapat memperkuat jati di bangsa indonesia dengan pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai yang tertulis dalam naskah kuno dapat menjalin saling pengertian diantara suku yang ada di Indonesia
Lombok adalah pulau yang terdapat di nusa tenggara barat, yang mempunyai banyak tempat wisata serta kearifan lokal yang mendunia. Seperti adanya tradisi nyongkolan, peresean, gendang beleq, serta berbagai tradisi dan kebudayaan lainnya.  Lombok sendiri pada tahun 2018 mendapatkan penghargaan sebagai tempat wisata halal terbaik di dunia. hal ini sangat didukung oleh berbagai fasilitas keagamaan yang sangat memadai yang ada di Lombok. Naskah kuno adalah suatu karangan paling berharga yang ada di Lombok yang disimpan dan dilestarikan secara turun temurun oleh masyarakat sasak yang ada di Lombok,
Berdasarkan laporan hasil pemetaan naskah lontar di Pulau lombok, februari sampai dengan September 1993, atas bantuan ford fondation, melalui proyek pelestarian naskah nusantara perpustakaan nasional pada tahun 1993 didapatkan jumlah naskah di Pulau Lombok sangat banyak. Di museum NTB terdapat 1.250 lebih naskah yang sempat didata oleh proyek tersebut sejumlah 228, kondisi naskah pada umumnya masih baik.



Bape Dika Pemilik Naskah Kuno, Takepan Indarun


Salah satu tempat yang saya datangi yaitu daerah Lombok tengah kecamatan pujut desa gapura dusun tolot-tolot. Disini saya bertemu dengan Sudiarmi yang biasa dipanggil Bape Dika yang sekaligus orang tua dari teman saya Herdi Purwangsa S. bape dalam bahasa sasak merupakan tingkatan atau golongan. Bapae sudiarmi memberikan informasi tentang naskah kuno yaitu naskah indarun, beliau menceritakan naskah itu ditulis diatas daun lontar menggunakan swale atau dalam bahasa sasak disebut ‘Maje’. Ada beberapa alasan mengapa naskah tersebut ditulis diatas daun lontar menggunakan Swale ialah apabila jika ditulis dengan menggunakan kertas akan mudah luntur dan sobek, pada saat zaman pembuatan naskah itu belum ada kertas.

      Berdasarkan  informasi dari beliau bahwa naskah yang ditulis menggunakan daun lontar tersebut ada beberapa macam yang say ketahui seperti, markum, indarjaye, indarun (seperti gambar diatas) dan  lain-lain. Markum dan indarjaye merupakan tulisan jejawan yang biasanya dibacakan pada acara adat karena mengandung ajaran agama yang berisikan akidah maupun  tauhid kehidupan, adat istiadat serta cerita “rengganis” dengan mengetahui nilai yang terkandung dalam naskah tersebut dapat menjalin hubungan baik antar suku bangsa, agama, ras dan adat istiadat yang berbeda di indonesia, sehingga kita bisa menghilangkan sifat etnosentris dan menghindari prasangka sosial yang buruk. Sedangkan Indarun merupakan sebuah “Takepan” orang sasak terdahulu, takepan dalam bahasa sasak berarti “Pengambuk”. Istilah ini merupakan sebuah kebiasaan orang dulu untuk menaruh atau menyimpan barangnya dalam lipatan sarung yang dikenakan atau kain-kain yang dikenakan. takepan digunakan orang sasak terdahu ketika hendak berperang karena menurut kepercayaan orang sasak bahwa indarun berisikan ilmu sasak yang dipercayai kebenarannya dan memberikan keajaiban kepada penggunanya seperti, halnya ilmu kekebalan ( dalam kepercayaan sasak disebut "panseh" atau dalam bahasa indonesia badan menjadi keras sehingga besi maupun baja tidak dapat melukai badan penggunanya), macam-macam halnya ilmu "senjerit" seperti senjerit macan, mayit, gumi dan lainnya, serta ilmu "pengasek-asek" yang membuat seseorang penggunanya disenangi, dikasihi, disukai banyak orang dan ilmu lainnya. Namun tidak sembarang orang bisa memiliki dan menggunakannya karena hal seperti ini masih sangat langka keberadaannya.
        Dalam cerita tersebut, naskah itu dibuat oleh seorang tokoh sasak yang biasa dikenal dengan “Baloq Tui” . namun menurut cerita, Baloq Tui meberikan naskah tersebut kepada Baloq Bereng (Eman) yang tidak lain adalah nenek moyang keluargaku, karena sepengetahuanku Baloq Tui dan Baloq Bereng bersahabat sebagai pengembala sapi.
          Mungkin masih banyak sejarah, kebudayaan, serta tradisi yang belum sama-sama kita ketahui, maka dari itu kita sebagai anak bangsa harus mau belajar dan mencintai naskah-naskah kuno. Dengan mempelajari naskah kuno tersebut kita bisa mempunyai wawasan berpikir tentang kebudayaan yang ada pada masa lampau yang masih tersusun rapi didalam naskah kuno. Sebagai mahasiswa yang berintelektual tinggi kita harus bisa mengamati apakah cerita sejarah, tradisi, dan kebudayaan pada zaman dulu masih relevan dengan apa yang terjadi saat ini, supaya kita sebagai orang mahasiswa yang berintelektual tinggi tidak langsung menjustifikasi nya dengan hal yang bukan-bukan.
Mungkin cukup sekian sebuah perjalanan cerita dari naskah indarun, semoga bisa bermanfaat bagi wawasan teman-teman tentang kebudayaan suku sasak. kalaupun ada kesalahan dalam penulisan ini mohon dima,afkan karena pemahaman saya tentang kebudayaan sasak belum terlalu luas. Jika ada yang ingin berkomentar serta ingin menambahkan kata atau kalimat silahkan lemparkan di kolom komentar ya.